Sunday, March 1, 2009

Letter From 2070..YOU SHOULD READ IT!!!

When I first read this file, I burst in tears...
Second time I read this file (in front of my father and my sist..) I still cried, because I don't want this kind of future happen to my son...
I can not imagine him to live this way...
And now, I want to share it with you...

LETTER FROM 2070
Taken from magazine "Cronicas de los Tiempos in 2002" by a brilliat person A P J Abdul Kalam

But from now, I will translate it to Indonesia, because the English version can be easily downloaded from the internet.
----------------------------------------------------------------------------------------------------------------
SURAT DARI TAHUN 2070

Saya baru berulang tahun ke 50, tapi penampilanku sudah seperti berumur 85
Aku menderita penyakit ginjal yang parah karena tidak minum cukup air.
Aku takut, aku tidak punya banyak waktu lagi untuk hidup. Akulah yang tertua daripada yang lain.

Aku ingat ketika aku berumur 5 tahun.
Semuanya sanagt beda saat itu...Ada banyak pohon saat itu, Rumah2 memiliki taman yang indah, dan aku bisa menikmati mandi selama setengah jam
SEKARANG, kami pake handuk dengan minyak mineral untuk membersihkan kulit kamu, demi mengurangi penggunaan air

Dulu, para wanita memiliki rambut yang indah...
Sekarang mereka harus menggundul rambutnya agar tidak perlu dicuci pake air
Jaman dulu, ayahku mebersihkan mobil dengan menggunakan air dari selang...
Sekarang anakku tidak percaya bahwa air bisa dibuang seperti itu.

Sekarang semua sungai, danau, bendungan dan sumber air entah sudah kering atau terkontaminasi
Industri menjadi virtual untuk bisa berdiri, pengangguran sangat banyak.
Industri desalinasi (pembuatan air tawar dari air laut) adalah satu-satunya sumber pekerjaan,
dan para pegawai menerima air yang layak minum sebagai sebagian imbalan dari gaji mereka.

Perampokan bersenjata untuk memperebutkan satu jerigen air sangat sering terjadi.
Makanan 80% sintetis

Dulu, manusia dewasa disarankan minum 8 gelas sehari
Sekarang aku hanya diijinkan minum setengah gelas sehari,
Kami harus pakai baju sekali pakai, jadi jumlah sampah meningkat

Penampilan luar dari populasi manusia sangat jelek: keriput karena dehidrasi dan radiasi UV karena tanpa perlindungan ozone. Kanker kulit, infeksi gastrointestinal & saluran kencing adalah penyebab utama kematian

Para ilmuan mencoba meneliti, tetapi mereka tidak memiliki penyelesaian untuk masalah ini.
Air tidak bisa diproduksi.
Oksigen juga menurun karena tidak ada tumbuhan dan pohon
Kecerdasan tiap generasi semakin menurun
Morfologi sperma prima berubah, sehingga bayi lahir dengan defisiensi dan mutasi

Pemerintah mewajibkan tiap orang bayar untuk oksigen
Yang tidak mampu, dikeluarkan dari "zona ventilasi" dan disuruh hidup di luar dengan paru2 mesin tenaga surya.
Di beberapa negara yang masih ada zona hijau dan sungai, dijaga ketat oleh para tentara
Air menjadi harta karun, lebih daripada emas berlian

Di tempat aku hidup tidak ada pohon, karena tidak pernah hujan.
Kalaupun sempat ada hujan, pasti hujan asam akibat polusi pada abad 20

KITA DIPERINGATKAN UNTUK MEMELIHARA LINGKUNGAN
Tapi...tidak ada yang peduli

Anakku bertanya tentang masa mudaku
Dan aku bercerita padanya tentang bunga yang mekar dengan indah, air, nikmatnya berenang, banyak ikan dan semua manusia hidup sehat
Lalu dia bertanya "Ayah, mengapa tidak ada air sekarang?"
KERONGKONGANKU TERCEKAT.....
Aku ga bisa berhenti merasa bersalah karena aku berasal dari generasi yang menyumbangkan perusakan pada lingkungan. Atau hanya dengan BERSIKAP TIDAK PEDULI dengan peringatan yang ada.

SEKARANG ANAK KITA YANG HARUS MEMBAYAR HARGA YANG SANGAT MAHAL UNTUK ITU

Betapa saya ingin kembali ke masa lalu dan berkata..
"KITA MASIH BISA MENYELAMATKAN PLANET BUMI INI!!!!!"
---------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Bahkan sampai sekarang ketika aku harus mentranslate surat ini, aku masih menitikkan air mata.
Aku ga pengen Alex dan cucuku nanti hidup seperti itu...
Mungkin ada yang ngomong.."Ah ga mungkin itu.."
Apa benar???
Aku masih ingat sekitar 15 tahun yang lalu, ketika aku masih kecil, sekeliling rumahku masih banyak tanah kosong, sungai brantas tidak secoklat sekarang...Air minum masih layak untuk dikonsumsi...
SEKARANG???
Bahkan air kemasan pun terkadang masih mengandung logam. Boro-boro sungai atau sumur..PDAM aja kadang masih kecoklatan..tidak layak minum.

Sekarang, kalo anda peduli dengan masa depan generasi penerus kita...
Tolong sebarkan surat ini...
Mari kita sama2 menjaga bumi ini...
Tanam pohon sebanyak mungkin.
Hemat pemakaian air (aku tahu, salah satu rekanku, dr Budi, di Nepal bahkan harus me-recycle air untuk penghematan air..)
Bumi ini bukanlah warisan untuk kita...tapi hanyalah pinjaman dari anak cucu kita di masa mendatang...

PS: Ms. Lina Thank you so much for sharing this letter to me :)

3 comments:

Hangga Nuarta said...

Sungguh memprihatinkan kalau begitu...

nenoneno said...

wah ngeri ya kalo bener bener kejadian. jadi inget film Wall-E, penggambarannya mirip banget.

btw, tinggalnya dimana Mba? dari Malang kah? salam kenal juga ya. nice to know you here. :)

budiawanhutasoit said...

mungkin udah 'naluri' manusia kali ya..sifatnya hanya merusak..mudah2an masih ada yang peduli sama nasib bumi..dan itu bisa dimulai dari kita..dari hal2 yang kecil di rumah..