Thursday, May 7, 2009

..BURNED ALIVE..

Right now, I want to write about two awesome books that I just read this week...
Keduanya bercerita tentang wanita, gender yang dianggap sebagai mahluk kualitas kedua... Keduanya mengusung cerita tradisi, tetapi pada budaya yang berbeda...
Satu bercerita tentang budaya Timur Tengah, satunya tentang budaya Tionghoa...
Keduanya adalah suatu karya yang sangat fenomenal, yang pantang untuk ditaruh sebelum selesai dibaca...
And Let's the story begin... :D (but I’ll make it in 2 posting to make it easier to read.. :> )
------------------------------------------------------------------------------------------------_

BURNED ALIVE
Cerita dibuka dengan cerita flash back oleh seorang wanita...
Dia dibesarkan di suatu daerah di Tepi Barat, di suatu desa kecil, dimana tradisi dan adat istiadat masih dipegang teguh...
Si tokoh ini, SOUAD, adalah seorang anak perempuan yang lahir di sebuah keluarga yang memiliki banyak anak perempuan dan hanya satu anak laki-laki...

Dalam tradisi mereka, laki-laki adalah simbol kekuatan, hukum dan kebanggaan...
Suatu keluarga yang tidak memiliki anak laki-laki berarti memiliki aib di masyarakat..
Di dalam tradisi tersebut wanita bahkan lebih tidak berharga daripada hewan ternak.
Hewan ternak masih dapat dijual susu, daging atau kulitnya yang membuat mereka masih cukup berharga, tetapi perempuan(wanita) adalah sesuatu yang tidak menghasilkan apa-apa.
Wanita hanyalah tambahan tenaga untuk mengurus ternak dan ladang, orang untuk menghasilkan keturunan (keturunan laki-laki terutama..), orang untuk dijadikan sansak hidup...

Sedari kecil, Souad telah mengalami banyak kekerasan secara fisik dan mental dari ayahnya.
Di dalam tradisi tersebut, dimana pria (ayah) adalah hukum mutlak yang harus dipatuhi, adalah suatu hal yang wajar untuk "menghukum" anak dan istrinya dengan kekerasan, bahkan untuk hal-hal yang sepele.
Jika seseorang dianggap telah melanggar norma-norma mereka, berarti anggota keluarganya wajib membunuhnya guna mengembalikan harga diri keluarga. Jika tidak berati itu adalah aib dalam masyarakat mereka.
Para ibu rela membunuh bayi-bayi mereka yang baru dilahirkan, terutama jika ternyata jenis kelaminnya perempuan...Mengenaskan...

Di dalam tradisi tersebut, seorang perempuan tidak berhak untuk keluar sendiri dari rumah jika tidak ditemani oleh seorang yang lebih tua (Sebagaimana dulu di Inggris, wanita terhormat tidak akan bepergian tanpa seorang pendamping..)
Seorang perempuan tidak boleh sekolah, hanya mengurus rumah dan ternak.
Seorang perempuan tidak boleh bercakap-cakap di jalan, dan jika melintas di jalan harus dengan kepala tertunduk dan berjalan sangat cepat...jika tidak maka akan dicap sebagai "charmuta"-pelacur-
Suatu "kebebasan" bagi mereka untuk berpergian adalah bila mereka sudah menikah
, tetapi untuk menikah pun mereka harus menunggu giliran, mulai dari saudara tertua berurutan sampai ke yang termuda

Singkat cerita, suatu hari ada seorang pria yang ingin melamar Souad, tetapi karena kakak perempuan yang persis diatasnya belum menikah, sehingga Souad-pun tidak berhak untuk menikah sebelum kakaknya menikah (seorang perawan tua juga adalah suatu aib..). Souad-pun berusaha mencari tahu siapa yang telah melamarnya dan kemudian dia memiliki ilusi dan jatuh cinta pada orang yang melamarnya, tetangganya depan rumah...

Pada saat itu, Souad sangat "mencintai" pria tersebut, hingga dia-pun rela ketika terengggut kehormatannya dan menyebabkan dia hamil.

Hamil di luar nikah adalah aib yang sangat besar (di Indonesia juga begitu sampai saat ini..) tetapi hukuman yang menanti Souad hanya satu...KEMATIAN...
Dengan hamil tersebut berarti dia adalah charmuta-pelacur- sehingga wajib dibunuh oleh keluarganya agar keluarganya tidak kehilangan muka di masyarakat...

Pada hari yang telah ditentukan, kakak iparnya yang berperan selaku algojo, membakarnya hidup-hidup...
Adalah suatu mukjizat, dia bertahan untuk hidup. Itupun ketika di Rumah Sakit, Ayah dan Ibunya sendiri berusaha membunuhnya...

Disini aku merasa ketidakadilan itu..IT'S TAKE TWO TO TANGO...maksudnya untuk bisa hamil di luar nikah berarti ada 2 pihak yang bersalah..Si pria dan wanita, tetapi mengapa hanya si wanita yang harus dihukum(dengan cara ekstrim yaitu kematian..), sementara bagi si pria hal tersebut malah merupakan suatu kehormatan...TIDAK ADIL....

Bagaimana akhir cerita Souad? Silahkan anda baca sendiri.... :)



Anda akan terpesona bagaimana seorang wanita yang sudah menjadi seonggok daging terbakar dan hampir menjelang ajal dapat bangkit untuk menuturkan kisahnya

1 comment:

Anonymous said...

burned alive,aku udah baca nih buku 2 tahun yang lalu mba,ceritanya touchy banget, novel2xku setumpuk dan isinya yah novel2x macam itu semua atau psychology thriller, kalo mba rila suka kalau ke jakarta wis aku pinjeminn;p

Oh ya pernah baca kite runner sampe mewekkk sesegukan, hehehe kalo belum dibaca mbaaaaa..