Thursday, May 7, 2009

Gelang Giok Naga..

_
GELANG GIOK NAGA

Aku mendapat pinjaman buku ini dari salah seorang muridku, Fuji (Thank you, Fuj..)

Cerita dibuka dengan asal muasal legenda naga...bagaimana naga menjadi sesuatu yang diagungkan dalam tradisi Tionghoa.
Lalu cerita bergulir ke jaman Dinasti Ching, dimana seorang Putra Langit (Kaisar) dapat memiliki lebih dari 300 selir. Salah satu dari selir tersebut, yang sangat cantik, cerdik, dan juga favorit kaisar memiliki nama Yang Kuey Fei. Nama tersebut merupakan nama pemberian Kaisar yang merujuk ke salah seorang selir pada Dinasti sebelumnya yang juga dikenal dengan SELIR GIOK.

Dari Kaisar, Selir Kuey Fei mendapat hadiah sepasang gelang giok yang berukirkan naga. Karena intrik didalam istana yang menyebabkan terbunuhnya Kaisar, maka Selir Kuey Fei pun melarikan diri keluar dari istana.

Cerita lalu dilanjutkan dengan kisah 2 orang wanita dari Cina Daratan, A Sui yang suku Han dan A Lin yang suku Hakka. Di tradisi Tiongkok pun, seorang anak lelaki lebih dihargai, lebih diharapkan daripada anak perempuan.

Karena himpitan ekonomi, A Lin pun kemudian “dijual” oleh keluarganya untuk menjadi pekerja di Hindia Belanda (Indonesia). Sementara A Sui (yang ternyata adalah keturunan selir Kuey Fei) pun ahkirnya menuju Indonesia untuk menyusul suaminya yang memiliki bisnis mebel di Batavia. Itu semua terjadi pada ahkir masa kolonial Belanda.

Dua orang wanita dari asal negara yang sama ditemukan oleh nasib dan takdir sehingga mereka memiliki seorang cucu perempuan bernama Swalin (singkatan dari Sui dan Lin)

Leny Helena menuliskan kisah ini berdasarkan sudut pandang masing-masing tokoh nya, sehingga membuat kita dapat memahami perasaan dan pikiran seorang tokoh. Cara penulisan ceritanya juga enak untuk dibaca, membuatku dapat membayangkan kehidupan para selir di kota terlarang, indahnya dan megahnya kota terlarang, serta bagaimana kehidupan para nyai, kehidupan para WNI keturunan..

Cerita ini juga menyinggung salah satu masa suram negri kita, Indonesia. Tahun 1998, dimana chaos terjadi di Indonesia, puncak sentiment rasisme. Aku sendiri masih ingat dengan jelas, bagaimana kakak angkatku, Casper, harus dievakuasi tiba-tiba karena kondisi Indonesia yang tidak aman baginya, sehingga membuatku tidak dapat mengucapkan selamat tinggal dengan pantas (Untungnya beberapa tahun kemudian, dia berkunjung lagi :p )
Bahkan murid lesku, calvyn, sempat bercerita bahwa kenangan masa kecil (saat itu, dia berusia kurang lebih 2 tahum) yang sampe sekarang membekas pada dirinya adalah ketika tingkat 2 rumahnya hancur karena lemparan massa yang mengalami euphoria masa itu.

Cerita ini adalah tentang perjuangan wanita, sebuah karya yang wajib dibaca oleh kaum hawa. Perjuangan untuk bertahan hidup, perjuangan demi generasi selanjutnya, perjuangan dan suka-duka cinta mereka,

Jika pada awal dan hampir keseluruhannya, cerita diambil berdasarkan sudut pandang si tokoh wanita, pada bagian ahkirnya cerita ditutup dengan sudut pandang Ruli-suami Swalin- seakan menegaskan wanita dan pria adalah sejajar, tidak ada yang lebih tinggi, tidak ada yang lebih rendah. Dan yang sangat membuatku terharu adalah penuturan pada bagian ini. Mengingatkanku akan papaku ketika hari kematian mamaku……Seorang pria yang sangat mecintai istrinya, walau maut memisahkan mereka

Cerita ini sarat dengan symbol, sarat dengan pesan moral tentang wanita, benar2 cerita yang bagus dan patut dibaca oleh siapa saja… Anda akan serasa diajak berimajinasi ke Kota Terlarang di China, petualangan bajak laut di lautan Hindia, masa kolonialisasi Belanda di Indonesia, kehidupan di kampung melayu, masa-masa reformasi 1998, dan masih banyak scene yang serasa benar-benar riil…..Selamat menikmatinya…Two Thumbs Up

11 comments:

Etha said...

waaa... bisa dijadiin referensi koleksi buku etha niy ^-^

Karila Wisudayanti said...

@ Etha : Semoga etha suka..btw, ni referensi buku yang burned alive juga bagus lho tha...

IjoPunkJUtee said...

IJo Boleh ikutan baca gak ya...???

Karila Wisudayanti said...

@IjoPunkJutee : Silahkan bang...BTW gimana acara pembalasan dendam terhadap masakanmu..masih berlangsung? :)

genial said...

warung mendapat harapan lebih dari pada perempuan yg lahir, terus gmn caranya mereka bisa sampe lupa bahwa mrk2 semua terlahir dari rahim seorang perempuan yakss??!!??

buwel said...

mari kita membaca...

haizul kurniawan said...

dulu udah pernah liat bukunya n baca sinopsisnya tapi lom sempat baca seluruhnya..

heheee...

jadi penasaran..

lulussutopo said...

Wah bagus infonya Mbak Karila...
salam kenal and mampir juga ke blogku ya...

Karila Wisudayanti said...

@genial : warung itu artinya apaan ya?

@buwel : mareee

@ haizul : silahkan dibaca boss..

@lulus : salam kenal juga...

Yuu said...

==)

ahaha..

bner2 TWO THUMBS UP!

*tumben2 jalan2 ke blog na miss Rila :D*

p.s: Kuei Fei, bukan Kuey Fei.

4shared download said...

kayanya buku ini bisa jadi referensi baru. Thanks for sharing & happy blogging