Wednesday, June 26, 2013

..UN...


Membaca beberapa tautan di wall teman-teman, jadi gatel pengen menulis (selain juga karena gatal tenggorokan, ga bs tidur :p)

Beberapa hari ini ramai pembicaraan tentang UN..banyak yang menyoroti keterlambatan UNAS SMA di beberapa tempat, sehingga menuntut Pak Menteri untuk Mundur....Untuk ini aku sepakat dengan mantan kolega dulu, bapak Edwin S ;) bahwa kadang kita terlalu sibuk menyalahkan dan bertanya "Ini salah SIAPA?" daripada bertanya "APA yang salah?" sehingga bisa diperbaiki untuk ke depannya...Merasa superior ketika bisa menemukan kesalahan orang lain daripada memuji hasil baik yang telah dilakukan *sigh* At least ada perbaikan kok pada saat pelaksanaan UN yang SMP walo memang masih ada bbrp kendala..

Ada juga yang menyebarkan ulang berita duka terkait UN 3 tahun lalu dengan headline Kapitalisme UN memakan korban..Untuk yang terahkir, aku sampai googling karena ilmuku yang mungkin masih cetek jadi ga bisa ngeliat apa hubungan kapitalisme ama UN ya (ada korban yang bunuh diri karena ga lulus UN)...Menurut Wikipedia "Kapitalisme atau Kapital adalah suatu paham yang meyakini bahwa pemilik modal bisa melakukan usahanya untuk meraih keuntungan sebesar-besarnya" And yet still can't see the relation :p

Beberapa tahun yang lalu aku juga pernah menulis beberapa kali di blogku (http://karila.blogspot.com) tentang pelaksanaan UNAS...
UN hendaklah diperlakukan sebagai salah satu ujian (ya iyaah namanya juga Ujian Nasional *tepok diri sendiri)... Jadi teringat salah satu artikel yang pernah ditulis si kakek Jamil Azzaini di www.JamilAzzaini.com ...yang mana sebagai manusia yang hidup dan berkembang, ujian dalam hidup juga akan datang silih berganti..tetapi bagaimana kita memilih jalan keluar saat Ujian itu datang yang akan menentukan kualitas hidup seseorang..

Ketika ada korban jiwa karena pelakanaan UN...bukan UN nya lah yang salah...tetapi ketidaksiapan individu tersebut untuk menghadapi "ujiannya" atau bisa juga karena besarnya tekanan dari orang-orang sekitarnya yang terlalu mengagungkan UN...

UN sendiri hanyalah alat untuk mengukur kemampuan diri siswa (dan juga gurunya sih :p) dan terus terang pemerintah kita juga telah berbenah diri...dulu saat pertama kali menulis tentang UNAS, saat itu UN adalah harga mutlak kelulusan...sekarang...selain UN, ada juga prosentase dari sekolah yang menentukan kelulusannya.
Tapi kalo kita terlalu fokus meyoroti sisi negatifnya, maka sisi positifnya ga akan bisa terlihat...

Terus terang bertahun-tahun yang lalu, pelaksaan UNAS sempat juga membuat motivasiku dan idealismeku sebagai pendidik sempat turun,bahkan hancur...Ketika itu sebagai guru yang masih naif hehehe... sempat schock juga ketika tahu ada salah seorang muridku yang "dibelikan" kunci jawaban oleh ortunya...Lhaaa..terus ngapain aku ngajar ngotot-ngotot kalo ternyata mereka lebih memilih "jalan keluar yang mudah" Untungnya salah seorang rekan (yang memang spesialisasi nyiapin kelas untuk UNAS ;D) sempat berkata bahwa masih banyak juga yang tidak memilih jalan yang mudah itu...dan untuk mereka-mereka yang mau berjuang dan berusaha itulah dia tetep jadi guru... and here I am ...still a teacher.. holding that thin hope and believe it... :D

UN memang penting sebagai feedback atas pendidikan secara keseluruhan (walo akan lebih baik, jika akses pendidikan terutama di daerah terpencil diperbaiki terlebih dahulu) tetapi UN bukanlah yang terpenting sehingga kehilangan nurani dan menghalalkan segala cara...
Menyitir ucapan Jamil Azzaini "Hanya para pecundang yang takut menghadapi ujian. Perlakukanlah ujian sebagai sesuatu yang biasa bukan menjadi monster yang menakutkan." Tidak lulus bukanlah berarti kiamat...Luluspun juga tidak perlu euforia yang berlebihan...semuanya hanyalah fase hidup yang harus dijalani...

Terahkir, kuingin copy paste pesan yang pernah kutulis di blog ku untuk anak-anak setahun yang lalu...
UNAS is a phase of life..your life...
It can be an obstacle..indeed...but how you react to those obstacles that count...
In the future, you will have many obstacle (I don't wish you for it but it's common things in life) and how you deal with it, how you encounter it that matter...
Will you choose the easy path??
Will you struggle for your own sake? for your own future?
Do you have enough confidence in yourself?
Do you have enough faith on the matter of right and wrong?

I wish you choose the right path, although it may not smooth and easy...
I wish you have wisdom to choose the right decision instead of the wrong one..
I wish you have courage to fight for your own future...and not let anyone provide the future for you...
I wish you the best...
I wish your success..
May God's mercy and blessing always upon you....

1 comment:

Dewa Poker said...

Terima kasih Informasinya gan , Sangat Membantu dan di tunggu artikel berikutnya^^


Dewa Poker
Domino99
Bandarq